Mengenal Imam Al-Zarnuji, Pengarang Kitab Ta’limul Muta’alim, Buku Tertua tentang Adab Sebelum Ilmu

0
89

Kalangan pecinta buku-buku referensi Islam dan pendidikan Islam kini tengah menanti terbitnya buku Ta’limul Muta’alim karya Imam Al-Zarnuji. Buku fenomenal ini berisi tentang pentingnya Adab sebelum Ilmu, cocok bagi para pecinta ilmu yang ingin mengetahui rahasia adab dan cara belajar ilmu yang benar. Buku Ta’limul Muta’alim merupakan salah satu buku paling tua dalam jajaran literasi Islam yang membahas tarbiyah (pendidikan). Kitab ini menjadi buku wajib di beberapa pesantren yang menekankan pentingnya adab sebelum ilmu. Yuk, berkenalan dengan pengarang kitab ini, Imam Al-Zarnuji.

Imam Al-Zarnuji adalah orang yang diyakini sebagai satu-satunya pengarang kitab Ta’lim Muta’alim akan tetapi nama beliau tidak begitu dikenal dari apa yang ditulisnya. Dalam hal ini terdapat perbedaan pada beberapa penelitian dengan memberikan nama lengkap (gelar) kepada Syeikh Al-Zarnuji. Sebagaimana dipaparkan oleh Awaludin Pimay, dalam tesisnya tentang perbedaan nama lengkap (gelar) dari pengarang kitab Ta’lim Muta’alim sebagai berikut.

“Khairudin al-Zarkeli menuliskan nama Al-Zarnuji dengan Nu’man bin Ibrahim bin Khalil al-Zarnuji Tajudin. Seperti dikutip oleh Tatang M. Amirin, M.Ali Chasan Umar dalam kulit sampul buku al-Zarnuji yang telah diterjemahkannya, menyebutkan nama lengkap al-Zarnuji sebagai Syeikh Khalil al Zarnuji, sementara dalam kata Khalil al-Zarnuji, Busyairi Madjidi yang mengutip dari buku Fuad al-Wani menyebutkan al-Zarnuji isinya. Nama dengan Burhanuddin al-Zarnuji. Demikian juga Muchtar Affandi dan beberapa literatur yang dikutip dalam atau al-Din al-Zarnuji. Kecuali itu, ditemukan pula sebutan lain untuk al-Zarnuji yaitu Burhan al-Islam al-Zarnuji.” (Awaludin Pimay: 1999).

Van Grunebaum dan Abel memberikan informasi sebagaimana dikutip dalam tesis Maemonah, bahwa al-Zarnuji adalah seorang sarjana Muslim yang hidup di Persia. Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa al-Zarnuji ahli hukum dari sekolah Imam Hanafi yang ada di Khirasan dan Transoxiana, sayangnya tidak ada fakta informasi yang mendukung terkait hal ini. Meskipun begitu, seorang penulis muslim membuat spekulasi bahwa al-Zarnuji berasal dari daerah Afganistan. Dalam masalah riwayat Imam al-Zarnuji ini terjadi ketidakjelasan seperti yang dikemukakan oleh Abdul Qadiri Ahmad, bahwa sedikit sekali dan dapat dihitung dengan jari kitab yang menulis riwayat hidupnya. Dan beberapa kajian terhadap Ta’lim Muta’alim tidak dapat menunjukkan secara pasti mengenai waktu kehidupan dan karier yang dicapainya. Dengan demikian, pengetahuan tentang Imam al-Zarnuji sementara ini berdasarkan pada studi M. Plessner yang dimuat dalam Encyclopedia of Islam.

Dalam buku Islam Berbagai Prespektif, Affandi Muchtar menemukan informasi lain tentang al-Zarnuji berdasarkan pada data dari Ibnu Khalikan, yaitu menurutnya, Imam al-Zarnuji adalah salah seorang guru Imam Rukn Addin Imam Zada (wafat 573/1177-1178) dalam bidang Fiqih. Dengan begitu, mengenai kelahiran atau masa hidup Imam al-Zarnuji dapat diperkirakan lahir pada sekitar 570 H. Sedangkan tentang kewafatannya terdapat perbedaan, ada yang menyatakan tahun 591 H (1195 M). Perkiraan tersebut menurut M. Plessner berdasarkan adanya fakta bahwa al-Zarnuji banyak mengutip pendapat dari guru beliau yang ditulis dalam kitab Ta’lim dan sebagian guru beliau yang ditulis dalam kitab Ta’lim meninggal dunia pada akhir abad ke-6. Dalam kata lain, Imam al-zarnuji wafat sekitar pada abad ke-7 H.

Latar belakang Pendidikan Imam Al-Zarnuji

Adapun guru-gurunya atau yang pernah berhubungan langsung dengan al-Zarnuji yaitu Imam Burhan al-Din Ali bin Abi Bakr al-Farghinani al-Marghinani (wafat 593 H/1195 M), Imam Fakhr al-Islam al-Hasan bin Mansyural-Farghani Kadikhan (w. 592 H/ 1196 H), Imam Zahir al-Din al-Hasan bin Ali Marghinani (w. 600 H/1204 M), Imam Fakr al-Din al-Khasani (w. 587 H/ 1191), Imam Rukn al-Din Muhammad bin Abi Bakr, Imam Khwarzade (491-576 H) Imam Al-Zarnuji menuntut ilmu di Bukhara dan Sar Khan, yaitu kota yang menjadi kota pusat kegiatan keilmuan, pengajaran, dan lain-lainnya. Berdasarkan pada keilmuan, al-Zarnuji banyak dipengaruhi oleh Fiqih aliran Hanafiah. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Muid Khan dalam studinya tentang kitab Ta’lim yang dipublikasikan dalam bahasa Inggris mengenai karakter pemikiran al-Zarnuji banyak dipengaruhi oleh Madzab Hanafiyah. Beliau juga ahli dalam bidang tasawuf, sastra, fiqih, ilmu kalam, dan lain-lain.

Itulah sekilas profil Imam al-Zarnuji, pengarang Kitab Ta’limul Muta’alim. Dengan keluasan ilmu yang dimiliki al-Zarnuji dan usia kitab yang terbilang tua, wajar saja buku ini banyak ditunggu oleh para pembaca.

Sumber: Wikipedia

BukaMall Carnival

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here