Jika kita berbicara tentang hijrah, maka akan terbesit dibenak kita bahwa hijrah itu adalah perpindahan dari satu tempat ketempat lainnya dan sebagainya. Namun, masih ada beberapa diantara kita yang salah kapra dalam mengartikan atau mendefinisikan kata hijrah itu sendiri.

Bahkan masih ada segelintir orang diantara kita yang masih merasa asing dan bingung jika dilontarkan pertanyaan seputar kata hijrah. Di dalam hijrah pun kita perlu memahami dan mengetahui dengan benar bahwa hijrah kita untuk siapa sebenarnya. Jangan sampai kita salah niat dalam berhijrah. Adapu pengertian, ciri-ciri orang yang berhijrah dan hijrahmu untuk siapa? Akan dibahas sebagai berikut.

Dikutip dari KBBI bahwa pengertian hijrah adalah perpindahan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam bersama sebagian pengikutnya dari Mekah ke Madinah untuk menyelamatkan diri dari tekanan kaum Quraisy di Mekah atau berpindah, menyingkir untuk sementara waktu dari satu tempat ketempat yang lebih baik dengan alasan tertentu (kebaikan, keselamatan dan sebagainya). Dan hijrah itu dapat pula definisikan sebagai perubahan seseorang yang tadinya buruk menjadi baik. Misalnya, jika seseorang yang tadinya adalah seorang penjudi, perampok dan sebagainya. Kemudian mereka mengalami perubahan yang baik dalam hidupnya yaitu berubah menjadi ahli ibadah atau ustaz dan sebagainya. Nah, ini dapat dikatakan hijrah karena terjadinya perubahan dalam hidup seseorang dari keburukan kearah kebaikan tentunya.

Adapun ciri-ciri seseorang dapat dikatakan hijrah yaitu apabila mereka senantiasa meninggalkan perbuatan buruk (Nahi mungkar) dan mengerjakan perbuatan baik (Amal ma’ruf) berupa amal ketaatan. Perbuatan baik dapat dikerjakan oleh siapa saja atau setiap orang. Namun, perbuatan buruk adalah perbuatan tercela dan sangat sulit untuk dihilangkan atau dihindari di dalam kehidupan kita kecuali oleh orang-orang shiddiqun.

Oleh karena itu, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pernah bersabda;

“Orang yang hijrah adalah orang yang mampu meninggqlkan keburukan”. (HR. Ahmad dan Baihaqi dari Fadhalah ibn ‘Ubaid).

Maka dari itu, perlu kita ketahui bersama bahwa jika kita tak mampu meninggalkan keburukan maka secara tidak langsung kita telah berbuat maksiat terhadap Allah subhanahu wata’ala dan termasuk diri kita sendiri. Karena semua yang kita miliki hanyalah sementara dan merupakan amanah yang perlu kita jaga termasuk organ tubuh kita. Namun, jika kita gunakan dalam perbuatan maksiat, maka kita telah melakukan sesuatu yang merupakan puncak kekufuran karena berbuat maksiat terhadap Allah subhanahu wa ta’ala.

Sesungguhnya semua organ tubuh kita pun akan bersaksi di Akhirat kelak. Misalnya lidah, tangan dan kaki. Allah subhanahu wata’ala berfirman di dalam Al-Qur’an.

“Pada hari (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan,” (QS. An – Nur : 24).

Nah, pertanyaannya!!!
Hijrahmu untuk siapa saudara/saudariku fillah???

Selama ini kita hijrah untuk semata – mata karena Allah atau karena si Dia?

Si Dia sang pujaan atau dambaan hati yang tak kunjung kita dapatkan. Dan demi si Dia kita rela melakukan apapun untuk menarik simpati atau perhatian si Dia?

Ataukah hijrah kita untuk mendapatkan pujian oleh orang-orang yang ada disekitar kita?

Subhanallah!!!

Inilah salah satu kesalahan yang masih banyak terjadi di era zaman sekarang ini. Sebenarnya kita hijrah itu seharusnya dengan niat semata – mata karena Allah subhanahu wata’ala demi mengharap keridhaan-Nya bukan karena obsesi terhadap si Dia yang sudah jelas tidak halal bagi kita dan belum tentu menjadi jodoh kita kelak.

Perlu kita ketahui bahwa sesungguhnya segala sesuatu yang kita lakukan itu tergantung dari niat.

Oleh karena itu, sebelum berhijrah kita terlebih dahulu harus memperbaiki niat semata – mata karena Allah subhanahu wata’ala, kemudian komitmen dengan niat yang telah kita tanamkan di dalam hati kita masing-masing. Lalu kita bulatkan tekad kita untuk berhijrah yang disertai dengan aksi atau tindakan dan motivasi baik yang sifatnya external maupun internal agar hijrah kita senantiasa diridhai oleh Allah subhanahu wata’ala.

Maka Hijrahlah karena Allah dan tetap istiqomah meskipun banyak kekurangan, karena Allah subhanahu wata’ala yang maha sempurna atas segala sesuatu.

**********

Bulukumba, 11 Juni 2019

Penulis: Maulidiana Subhan
(Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Bulukumba)

Demikian Semoga Bermanfaat …
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah

BukaMall Carnival

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here