MUJAHID DAKWAH.COM, MAKASSAR – Bursa kandidat jelang Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2020 kian ramai. Tapi, pandangan terkait pasangan ideal untuk memimpin Makassar secara defenitif lima tahun ke depan diungkap tokoh agama Aziz Qahhar Mudzakkar.

Aziz Qahhar menilai pasangan mantan Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal atau akrab disapa Deng Ical dan legislator DPRD Makassar Iqbal Djalil atau Ustaz Ije merupakan pasangan idealis karena merepresentasikan nasionalis-religius dan diyakini dapat membawa Makassar lebih baik.

Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar yang merupakan unsur pimpinan pusat ormas Hidayatullah menilai, Deng Ical-Ustadz Ije memiliki jaringan yang cukup luas dan mampu diterima di semua kalangan.

“Ustaz Ije yang dikenal sebagai anak santri, memang harus berpaket dengan sosok nasional. Idealnya dengan Deng Ical,” terang Ustaz Aziz.

Di sisi lain, Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan sebagai wadah yang menaungi sejumlah ormas Islam di Kota Makassar, menyatakan masih tetap mengandalkan sosok M Iqbal Djalil sebagai kandidat.

Ketua Umum FUIB Sulawesi Selatan, Ustadz Mukhtar Daeng Lau, mengatakan Ustadz Ije, sapaan Iqbal Djalil, bagian dari tokoh keummatan di Kota Daeng.

“Ustad Ije ini sudah menjadi ikon keummatan di Makassar dan Sulawesi Selatan. Sehingga, kami dari FUIB pasti akan terus mendorong dan mendukung beliau,” ujarnya, Ahad (16/6/2019).

Menurut Ustadz Mukhtar, siapa pun pasangan Ustadz Ije di Pemilihan Wali Kota Makassar kelak, suara keummatan akan berpihak ke anggota DPRD Makassar dua periode itu.

“Kita pasti akan bersatu memenangkan beliau, insya Allah. Namun, kami memang sangat berharap juga pasangan Ustadz Ije merupakan sosok yang dikenal juga, sehingga mampu mendongkrak suara pemilih nantinya,” tuturnya.

Adapun Ketua Umum Persaudaraan Muslim Sedunia, KH Hasan Basri Rahman, menyatakan siap mengerahkan semua jaringan pesantren dan jamaah naungannya di Kota Makassar apabila Ustadz Ije berlaga di Pemilihan Wali Kota Makassar.

“Tanpa berpikir panjang, Ustadz Ije bagian dari kita, sehingga tidak ada alasan untuk kita sama-sama berjuang memenangkannya,” tegas pemilik pondok pesantren Ukhuwah Muslimin, yang berlokasi di Kabupaten Gowa itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here