MUJAHID DAKWAH.COM – Pada hari kesembilan belas Ramadhan tahun 40 Hijriyah telah gugur sebagai syahid Khalifah al-Rasyid ‘Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu ditangan seorang Khawarij yang sesat bernama ‘Abd al-Rahman bin Muljam.

Dia termasuk salah satu diantara tiga orang khawarij yang berkumpul di Makkah untuk berbuat makar mengadakan perjanjian pembunuhan ‘Ali bin Abi Thalib, Mu’awiyah dan ‘Amr bin al-‘Ash.

Ibnu Muljam mengatakan ketika itu, “Aku yang akan membunuh ‘Ali”.

Sedangkan al-Burak mengatakan, “Mu’awiyah bagianku”.

Dan orang yang ketiga dari mereka mengatakan, “‘Amr bagianku”.

Mereka semua bersepakat bahwa tidak satu pun dari mereka yang akan kembali sampai menyelesaikan misi pembunuhan atau dibunuh. Mereka juga sepakat untuk melakukan misi tersebut pada malam ketujuh belas bulan Ramadhan.

Berangkatlah masing-masing dari mereka menuju kota sesuai dangan tempat target pembunuhan berada. Hingga akhirnya Ibnu Muljam berhasil melukai ‘Ali Radhiyallahu ‘anhu dengan menusuk keningnya dengan sebuah pisau beracun hingga menembus bagian otaknya di malam itu. Dari tusukan itu menyebabkan ‘Ali Radhiyallahu ‘anhu terluka sangat parah hingga beliau wafat setelahnya.

Tertangkaplah Ibnu Muljam dan dia dibawa menuju ‘Ali Radhiyallahu ‘anhu, ketika itu ‘Ali berkata, “Layanilah dia (Ibnu Muljam) dengan makanan yang baik dan tempat tidur yang baik. Jika aku hidup, maka akulah yang akan menghukumnya baik dengan diyat atau qishas. Namun jika aku mati, maka balaslah dia dan aku akan mendebatnya kelak di hadapan Rabb semesta alam”. Semoga Allah meridhai Amir al-Mukminin ‘Ali dan semoga Allah merahmatinya.

Pelajaran yang bisa diambil dari peristiwa ini diantaranya: Pentingnya sadar dan waspada bahwa para pelaku keburukan tidak henti-hentinya berbuat makar baik siang dan malam. Mereka tidak pernah bosan dari pertemuan-pertemuan, diskusi-diskusi dan strategi perencanaan demi terwujudnya misi jahat yang mereka inginkan.

Tindakan yang dituntut untuk melawan mereka adalah senantiasa memantapkan persiapan sebaik mungkin. ‘Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan, “Ya Allah aku mengadu kepadaMu tentang ketabahan orang yang jahat dan lemahnya orang yang benar.”

***********

Referensi:  [Majmu’ al-Fatawa, Jilid 28, hlm. 254]

Sumber: panduanramadhan.com

Demikian Semoga Bermamfaat…

@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

BukaMall Carnival

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here