MUJAHID DAKWAH.COM – Tahukah kamu bulan Ramadhan memiliki fakta penting bagi kaum muslimin di seluruh dunia? Untuk meningkatkan wawasan dan keimanan kita semua, berikut kami kutipkan fakta-fakta penting yang terkait dengan Ramadhan yang dirangkum dari buku “Peristiwa-Peristiwa Penting di Bulan Ramadhan” karya Dr Abdurrahman al Baghdady, yang akan kami rangkum untuk berbagai artikel.

Perisitiwa Penting pada 1 Ramadhan:

A. Sebuah. Puasa Ramadhan Perdana

Sejarah dikembalikan itu Ramadhan pertama bagi kaum muslimin terjadi pada Ahad, 1 Ramadhan 2 Hijriyah atau bertepatan dengan 26 Februari 624 M. Diawali oleh yang diumumkan oleh shaum Ramadhan yang dikirim oleh Nabi Muhammad saw pada hari Senin, 1 Sya’ban 2 H. 2 Hijriyah juga telah memulai perintah untuk menunaikan zakat fitrah dan pertama harus dilakukan Shalat ‘Id. (Ibn Jarir: Jami’ul Bayan, vol. 3, hlm. 312-314)

B. Turunnya Shuhuf Ibrahim as

Shuhuf Ibrahim diturunkan pada tanggal 1 Ramadhan, diumumkan hadits Rasulullah melihat: “Shuhuf Ibrahim diterima pada malam pertama Ramadhan. Taurat diturunkan pada hari keenam Ramadhan. Injil diturunkan pada hari ketiga belas Ramadhan. Zabur berakhir pada hari kedelapan belas Ramadhan. Sementara Al-Quran diturunkan (di malam hari) kedua puluh empat Ramadhan, yaitu malam dua puluh lima Ramadhan. “(HR. Thabrani: Mu’jam Al-Kabir)

Shuhuf Ibrahim ini telah musnah tanpa menyisakan bekas apa pun, kecuali sebagian kecil yang disetujui di dalam Al-Quran (Surat Al-A’la: 16-19 dan Surat An-Najm: 36-41). Ada yang menentukan jumlah Shuhuf ini dua puluh lembar dan tiga puluh lembar. (Abu Nu’aim Al-Ashbahani: Hilyah Al-Auliya ‘, no. 33)

C. Masjid Nabawi Terbakar

Terjadi pada 1 Ramadhan 654 Hijriyah setelah shalat Tarawih.Pemicunya adalah kasur milik Abu Bakar Al-Maraghi, salah seorang staf masjid, yang terbakar karena kejatuhan sumbu api yang menyala. Menerbangkan api segera menjalar ke seluruh bagian masjid dan menghanguskan atap, merobohkan tiang, juga melelehkan timah.

Juga sebagian besar kamar yang ada di makam Nabi saw, Abu Bakar ra, dan Umar ra. Beruntung, peristiwa tersebut terjadi sebelum orang-orang yang berada di masjid terlelap.

Perbaikan masjid pasca-perbaikan diawali oleh Khalifah Al-Mu’tashim Billah dari Baghdad (Abbasiyah), yang dimulai tahun 755 H. Pada sekitar 879 Hijriyah, Menggunakan pompa Abbasiyah dikuasai Tartar, perbaikan masjid yang dibantu oleh Al-Manshur Nuruddin ‘Ali bin Al-Mu’iz Ibik Ash-Shalihi (Penguasa Mesir), Muzhaffar Syamsuddin Yusuf bin Al-Manshur (Penguasa Yaman), Azh-Zhahir Beibras (Penguasa Mesir), Azh-Zhahir Jamqamiq (Penguasa Mesir), dan Sulthan Qayit Bei / Qaitbay (Penguasa Mesir).

Proyek Pembangunan Kembali Masjid Nabawi selesai pada akhir abad kesembilan Hijriyah. (Ibn Imad: Syadzarat Adz-Dzahab, 3/263)

D. Rasulullah melihat Menikah dengan Zainab binti Khuzaimah

Pada 1 Ramadhan 3 Hijriyah Rasulullah melihat melangsungkan pernikahan dengan Zainab binti Khuzaimah yang diterima dari Bani Hilal. Zainab binti Khuzaimah mendapat sebutan Ummul Masakin.(Ibn Hibban: Ats-Tsiqaat, 1/220)

Sebelum menikah dengan Rasulullah saw, Zainab adalah istri Ath-Thufail bin Al-Harits yang kemudian bercerai. Menikah lagi dengan Ubaidah bin Al Harits, namun Ubaidah syahid pada Perang Badar.(Ath-Thabaqaat Al-Kubra: 8/115)
Mahar Nabi melihat kepada Zainab binti Khuzaimah sebesar 12 auqiyah (1 auqiyah = 40 dirham, 1 nasy = 20 dirham = 59,5 gram. Jadi 40 dirham = 119 gram perak x 12 saran mahar = 1428 gram perak). Jika dikonversikan pada harga logam mulia perak batangan (batang perak) produksi PT. Aneka Tambang (Persero) yang beratnya 250 gram berharga adalah Rp 2.800.000, – (pembaruan 1 Juni 2015, asgar.or.id) berarti 1 gram memperoleh Rp11.200, maka jumlah mahar Rasulullah melihat Zainab binti Khuzaimah dengan 1428 x Rp 11.200 = Rp 15.993.600.

Usia pernikahan Rasulullah melihat Zainab binti Khuzaimah adalah bulan, sebab Zainab meninggal dunia pada akhir Rabi’ul Akhir 4 Hijriyah di usia 30 tahun dan dimakamkan di Baqi.

E. Shalat Istisqa Rasulullah melihat Saat Madinah Kekeringan

Dilaksanakan pada 1 Ramadhan 6 H. Saat itu Madinah kekeringan yang sangat parah. Lalu Rasulullah melihat mendirikan Shalat Istisqa (meminta hujan) bersama para sahabat. Rasulullah melihat shalat dua rakaat dan mengeraskan bacaannya, kemudian menghadap kiblat seraya mengubah posisi selendangnya. (Ibn Hibban: Ats-Tsiqaat 1/286 dan Ahmad bin Hanbal: Masail)

F. Mesir Ditaklukkan Islam

Negeri Piramid pertama kali ditaklukkan dalam Islam pada tanggal 1 Ramadhan 20 Hijriyah, bertepatan dengan 13 Agustus 641 M. Atas perintah Amirul Mu’minin Umar bin Khaththab ra perundingan Islam di bawah komando Panglima Besar ‘Amr bin’ Ash ra dapat digunakan juga dapat ditemukan di pagan Mesir.

G. Awal Penaklukan Spanyol

Pasukan kaum muslimin di bawah komando Tharif bin Malik Al-Barbari mendarat untuk pertama kali di pantai selatan Spanyol pada 1 Ramadhan 91 Hijriyah bertepatan dengan tahun 710 M. Pengiriman itu dilakukan setelah Musa bin Nushair meminta bantuan untuk Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik. Pasukan yang dikirimnya terdiri dari 100 penunggang kuda dan 400 pejalan kaki dengan menggunakan empat buah kapal.

Pantai di Andalusia (Spanyol) yang disinggahi pasukan Tharif ini sekarang dikenal sebagai bagian dari Pulau Tharif. Setelah berhasil menaklukkan daerah Pesisir Andalusia dan mendapatkan banyak ghanimah (pasukan rampasan perang), pasukan Tharif kembali ke pusat ibukota Umayyah.

Dengan target Andalusia, Musa bin Nushair kemudian mengirimkan kembali pasukan penakluk. Kali ini yang memimpin pasukan adalah Thariq bin Ziyad, dengan 7.000 kaum muslimin yang didukungnya berasal dari Barbar.

Kemenangan pasukan Thariq bin Ziyad dipicu salah satunya oleh mimpi Thariq bertemu dan mendapat mandat dari Rasulullah melihat untuk menyelesaikan penyebaran risalah Islam di tanah Spanyol. Maka kompilasi kapa-kapal Islam berlabuh di sebuah gunung yang akhirnya diberi nama Jabal Thariq (Gibraltar), Raja Spanyol Roderic mendapatkan terancam.

Ia kemudian mengumpulkan kurang dari 100.000 tentara salib untuk menghadang pasukan Islam. Musa bin Nushair kemudian mengirim pasukan tambahan sebanyak 5.000 tentara sehingga berhasil menjadi pasukan sebanyak 12.000. Perbandingannya tetap tidak imbang, 12.000: 100.000 atau 1: 8.

Di sungai Guadalete, kedua pasukan ini bertemu dan menghabiskan waktu hingga hari ini. Pun, sama seperti kejadian awal penaklukan yang dilakukan pasukan Tharif, pasukan Thariq bertempur di bulan Ramadhan, perjuangan di tahun 92 H. Pertempuran berhasil dimenangkan kaum muslimin atas izin Allah SWT.

Setelah Andalusia berhasil ditaklukkan, Sidonia, Carmona, Sevilla, dan Ecija, hingga Toledo, berhasil diikuti berhasil ditaklukkan pula.Diterima risalah Islam bisa diterima oleh masyarakat Spanyol.Jikalau tidak ada surat dari Musa bin Nushair untuk menghentikan ekspansi, mungkin Thariq bin Ziyad tidak akan pernah berhenti menaklukkan satu-persatu wilayah Spanyol.

Penyebab episode berikutnya dimulai kompilasi Musa bin Nushair membawa serta 18.000 prajurit Islam untuk menaklukkan kota-kota yang belum ditaklukkan Thariq bin Ziyad.

***********

Sumber: Buku “Peristiwa-Peristiwa Penting di Bulan Ramadhan” karya Dr. Abdurrahman al Baghdady

Demikian Semoga Bermamfaat…

@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here