Kitab Al-Iman

Bab 13: Bertingkat-tingkatnya ahlu Al Iman dalam Amalan

Hadis 21

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ وَأَهْلُ النَّارِ النَّارَ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَخْرِجُوا مِنْ النَّارِ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ فَيُخْرَجُونَ مِنْهَا قَدْ اسْوَدُّوا فَيُلْقَوْنَ فِي نَهَرِ الْحَيَا أَوْ الْحَيَاةِ شَكَّ مَالِكٌ فَيَنْبُتُونَ كَمَا تَنْبُتُ الْحِبَّةُ فِي جَانِبِ السَّيْلِ أَلَمْ تَرَ أَنَّهَا تَخْرُجُ صَفْرَاءَ مُلْتَوِيَةً, قَالَ وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا عَمْرٌو الْحَيَاةِ وَقَالَ خَرْدَلٍ مِنْ خَيْرٍ.

Dari Abu Sa’id Al Khudri dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Ahlu surga telah masuk ke surga dan Ahlu neraka telah masuk neraka. Lalu Allah Ta’ala berfirman: “Keluarkan dari neraka siapa yang didalam hatinya ada iman sebesar biji sawi”. Maka mereka keluar dari neraka dalam kondisi yang telah menghitam gosong kemudian dimasukkan ke dalam sungai hujan atau kehidupan. -Malik ragu – Lalu mereka tumbuh bersemi seperti tumbuhnya benih di tepi aliran sungai. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana dia keluar dengan warna kekuningan.” Berkata Wuhaib Telah menceritakan kepada kami ‘Amru: “Kehidupan”. Dan berkata: “Sedikit dari kebaikan”.

Fawaid Hadits:

1. Maksud lafadz iman sebesar biji sawi adalah selain kalimat tauhid berupa kebaikan sekecil apapun yang dimiliki oleh seorang hamba. Berdasarkan riwayat lainnya “keluarkanlah siapapun yang telah mengucapkan Laa ilaha illallah (ia mati dengan membawa kalimat tauhid) dan mengamalkan kebaikan walaupun sekecil biji sawi.”

2. Sungai hujan maksudnya bahwa sumber air sungai tersebut adalah air hujan yang Allah ciptakan di dalam syurga yang dengannya makhluk Allah dapat hidup.

3. Ahlul iman berbeda-beda tingkatan amalan mereka di sisi Allah. Diantara mereka ada yang masuk ke dalam syurga tanpa hisab, ada yang masuk setelah hisab yang ringan atau berat atas mereka, dan adapula yang dimasukkan ke dalam neraka terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam syurga disebabkan dosa-dosa mereka yang lebih berat dibanding amalan kebajikan mereka.

4. Hadis ini merupakan bantahan terhadap keyakinan murjiah yang menganggap bahwa amalan tidak mempengaruhi iman seseorang, sebab hadis ini menjelaskan bahwa sekecil apapun amalan kebaikan seseorang dapat menyelamatkan dia dari neraka dan sekecil apapun amalan keburukan dapat menjeratnya ke dalam neraka.

5. Hadis ini juga merupakan bantahan terhadap keyakinan mu’tazilah yang menganggap bahwa dosa besar akan mengekalkan seseorang di dalam neraka.

6. Hadis ini menjelaskan kekuasaan Allah yang mutlak untuk menghidupkan kembali hamba-hamba-Nya yang keluar dari Neraka dalam keadaan tubuh mereka telah gosong.

7. Maksud dari perkataan Wuhaib pada bagian akhir hadis ini bahwa beliau meriwayatkan hadis ini dari jalur yang sama dengan Imam Malik, namun Wuhaib tidak menyebutkan lafadz yang mengandung syak/ragu tentang lafadz sungai hujan atau sungai kehidupan.

***********

Penulis: Ustadz Rahmat Badani, Lc., MA

(Dosen STIBA Makassar, Alumni Islamic University of Madinah & Kontributor Mujahid Dakwah.Com)

Demikian Semoga Bermamfaat…

@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here