Kitab Al-Iman

Bab 7: Mencintai Rasulullah bagian dari iman

Hadis 13

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ.

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Maka demi Zat yang jiwaku di tangan-Nya, tidaklah beriman seorang dari kalian hingga aku lebih dicintainya daripada orang tuanya dan anaknya”.

Fawaid Hadits:

1. Bolehnya bersumpah sebagai bentuk takid (penekanan) terhadap sebuah perkara yang urgen.

2. Tidaklah beriman seseorang maksudnya keimanan yang sempurna, sebagaimana penjelasan hadis sebelumnya (nomor 12).

3. Tidak sempurna keimanan seseorang hingga ia lebih mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam daripada orang tuanya dan anaknya.

4. Didahulukan penyebutan orang tua dari anak disebabkan karena setiap orang memiliki orang tua, namun tidak semua memiliki anak. Di dalam riwayat Nasai dari hadis Anas didahulukan penyebutan anak dari orang tua karena rasa kasih dan cinta kepada anak lebih besar dari kasih dan cinta kepada orang tua.

***********

Penulis: Ustadz Rahmat Badani, Lc., MA

(Dosen STIBA Makassar, Alumni Islamic University of Madinah & Kontributor Mujahid Dakwah.Com)

Demikian Semoga Bermamfaat…

@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

BukaMall Carnival

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here