Kitab Al-Iman

Bab 2: Tentang Perkara-Perkara Iman

Hadis 8

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْ هُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ.

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Iman memiliki lebih dari enam puluh cabang, dan malu adalah bagian dari iman”.

Fawaid Hadits:

1. Hadis ini adalah hadis pertama yang diriwayatkan Imam Bukhari dari sahabat Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu. Adapun jumlah hadis Abu Hurairah dalam kitab Shahih Bukhari adalah 446 hadis (tidak termasuk riwayat yang terulang).

2. Imam Ibnu Abdil Barr rahimahullah menyebutkan bahwa tak ada seorangpun dari sahabat Rasulullah yang paling banyak diperselisihkan tentang namanya pada masa jahiliyah dan islam selain Abu Hurairah. Para ulama berselisih hingga 20 pendapat (Imam Nawawi mengatakan lebih dari 30 pendapat) tentang nama beliau dan nama bapaknya. Yang paling masyhur bahwa nama beliau adalah Abdurrahman bin Shakhr.

3. Iman memiliki 60 cabang lebih, di dalam riwayat Muslim dengan lafadz 70 cabang lebih. Adapula riwayat yang syak antara 60 atau 70. Yang lebih rajih adalah riwayat Bukhari sebagaimana dikuatkan oleh Imam Al Baihaqy, Ibnu Solah dan Ibnu Hajar rahimahumullah. Oleh karena riwayat Imam Muslim yang menyebutkan 70 cabang lebih, juga terdapat perbedaan riwayat padanya antara 70 atau 60 lebih.

4. Rasa malu adalah salah satu cabang keimanan seorang mukmin. Karenanya Rasulullah bersabda dalam hadis lainnya “Perasaan malu hanya akan mendatangkan kebaikan”.

5. Perasaan malu dapat berupa sifat tabiat dan pembawaan seorang manusia. Hal ini adalah perkara yang terpuji, namun jauh lebih terpuji lagi adalah seseorang yang belajar untuk memiliki sifat malu dari perbuatan kemaksiyatan dan pelanggaran terhadap hak-hak Allah ta’ala dan hak sesama manusia.

6. Malu untuk mengingkari keburukan dan menyampaikan kebenaran padahal ia sanggup mengerjakannya bukanlah merupakan sifat malu yang terpuji, bahkan ia merupakan tanda lemahnya iman seseorang kepada Allah.

***********

Penulis: Ustadz Rahmat Badani, Lc., MA

(Dosen STIBA Makassar, Alumni Islamic University of Madinah & Kontributor Mujahid Dakwah.Com)

Demikian Semoga Bermamfaat…

@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here