MUJAHID DAKWAH. COM, ENREKANG – Civitas Akademika STKIP Muhammadiyah Enrekang memanfaatkan momentum kehadiran Dr Irfan Syauqi Beik ke Enrekang dengan mengadakan kuliah umum dengan tema, “Membedah Paradigma Kuantitatif dan Aplikasinya dalam Dunia Pendidikan”.

Acara dihadiri oleh para dosen, mahasiswa, dan segenap civitas akademika. Acara berlangsung bakda zuhur hingga asar di Aula Kampus STKIP Muhammadiyah, Senin (1/5/2019).

Selaku pemandu acara, saya mengatakan bahwa perkenalan saya dengan Dr Irfan Syuqi Beik ketika masih menjadi mahasiswa S3 di Pascasarjana UIKA Bogor. “Saat itu kami belajar tentang materi penelitian kuantitatif dari beliau, dan kami saksikan bahwa beliau memang benar-benar pakar dalam penelitian jenis kuantitatif, hari ini kita akan menimb ilmu dari beliau,” kata Pimpinan Baznas Enrekang ini.

Pemateri membedah judul kuliah umum, katanya, Ini judulnya adalah ‘membedah paradigma’. Jika paradigma dibahas maka kita akan berbicara masalah pemikiran dan konsep.

“Karena ini kampus di bawah organisasi besar Muhammadiyah, maka kampusnya pun harus sesuai dengan konsep dakwah Muhammadiyah,” paparnya.

Yang terpenting adalah bagaimana agar kita semua paham terkait konsep ilmu dalam Islam. Bahwa ilmu itu tidak netral sebagaimama dipahami oleh masyarakat sekuler, terutama Bara.

“Dalam Islam ilmu tidak bebas nilai tapi penuh dengan nilai-nilai.” Katanya meyakinkan.

Islamisasi adalah antitesa dari sekularisasi. Jika sekularisasi memisahkan agama dari ruang publik maka islamisasi sebaliknya, meyakini bahwa setiap dimensi dalam hidup harus sejalan dalam agama Islam.

Ketika berbicara dalam pendidikan maka harus sesuai dengan konsep Islam bahwa tujuan pendidikan hakikatnya sama dengam tujuan Allah menciptakan manusia.

Apa tujuan Allah menciptakan manusia? Jika tujuannya adalah untuk menyembah atau mentauhidkan dan tidak menyekutukan Allah, maka itulah inti dan tujuan dari pendidikan.

Tidak ada bedanya antara pendidikan umum dan pendidikan agama, semuanya sama, harus sesuai dengan tujuan pendidikan dalam agama kita.

“Mari kita sambut hari pendidikan nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei besok dengan menegakkan nilai-nilai agama dalam setiap aspek pendidikan kita,” kata Dr. Irfan Syauqi Beik ketika hendak menutup pembicraannya.

Laporan: Dr. Ilham Kadir, MA

BukaMall Carnival

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here