MUJAHID DAKWAH.COM, ENREKANG – Beberapa hari diguyur hujan Enrekang banjir. Beberapa titik bahkan membuat warga harus dievakuasi. Akibat air sudah setinggi dada orang dewasa.  Bahkan menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD)  Enrekang Lukman Dering, pergerakan air bukan semakin surut tapi semakin meninggi. Banjir mulai menggenangi Kota Enrekang sejak jam 3.00 pagi, Senin (29/4/2019)

Kondisi banjir terparah ada di sekitar jantung kota Enrekang di Jalan Pageran Hidayat, Jalan AR. Hakim, sekitar Sungai Saddang, Jalan Emmy Saelan,  Jalan Industri, Jalan Ahmad Dahlan, dan Pasar Sentral Enrekang.

Ilham Kadir salah satu pemilik Kios pakaian dipasar sentral Enrekang mengatakan ia dan istrinya terpaksa harus mengevakuasi barang jualannya karena gardu miliknya tergenang air hingga pinggang.

”Hari ini para pedagang fokus angkut dan amankan barang jualan karena air didalam pasar swmakin naik. Tidak ada aktifitas jual beli karena masing – masing berusaha menyelamatkan barang – barang dagangannya”. Kata Ketua Baznas Enrekang ini.

Ia mengatakan air tidak bisa surut kerena menurut informasi yang ia dapatkan bendungan di Pinrang hingga pagi ini belum juga dibuka. Akibatnya air belum bisa surut bahkan terus saja meninggi.

”Selain bendungan yang belum dibuka, kedua sungai besar di Enrekang yaitu Sungai Saddang dan Sungai Mata Allo tidak lagi mampu membendung luapan air yang datang dari sungai – sungai kecil yang ada di Enrekang”. Pungkasnya.

Akibat banjir tersebut pihak BPBD sudah bergerak sejak jam 3.00 pagi dan melakukan evakuasi terhadap warga yang rumahnya terjebak banjir.

”Kita sudah menyebar dilokasi banjir sejak subuh tadi, dan sudah melakukan evakuasi dibeberapa titk banjir. Air semakin naik jadi kita tetap terus melakukan pamantauan dan membantu warga dititik banjir”. Kata Kabid Kedaruratan danLogistik BPBD Enrekang Lukman Dering. (Sry)

BukaMall Carnival

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here