بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيم

Selanjutnya, proses Ta’aruf itu jauh lebih indah dibandingkan dengan berpacaran. Mengapa demikian ? ( penasaran!!! Yuuuk dibaca terus artikel ini, jangan bosan. In syaa Allah bermanfaat untuk kita semua kedepannya menuju pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya.)

A. Ta’aruf itu aman dan tidak sembarang bertemu.

Dalam berta’aruf kita perlu melibatkan perantara. Bisa ustadz atau ustadzah, saudara atau kakak, teman yang sudah menikah, bahkan orang tua langsung juga bisa. Jadi, kita tidak sembarang bertemu dan berduaan. Hal ini dimaksudkan agar tidak timbul fitnah diantara keduanya. Ditambah lagi keduanya bisa saling mengenal dan mengetahui satu sama lain tanpa harus bertemu secara langsung, melainkan dengan melihat biodata yang di lampirkan.

Ini merupakan salah satu yang aman bukan? Karena kita bisa mengenalnya lebih jauh tentang siapa dia yang sebenarnya. Dari untaian kata tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Ta’aruf itu berbeda dengan pacaran.

B. Mengenal si Dia dari kejauhan.

Komunikasi tidak langsung akan membuat alur kisah cinta mereka berdua lebih indah. Kenapa ? karena keduanya akan saling ingin mengetahui satu sama lain meskipun telah membaca biodata yang telah dilampirkan masing – masing. Walaupun hanya megenal si Dia lebih jauh dari kejauhan. Mencaru tahu tentang si Dia dari orang – orang terdekat dan disekelilingnya.
Masya Allah, betapa indahnya bukan? kita bisa mengenalnya meskipun saling berjauhan.

C. Munculnya istilah istikharah Cinta.

Jika seorang akhwat dan ikhwan telah saling mengenal satu sama lain, maka akan muncul istilah yang namanya Istikharah Cinta. Kenapa ? karena keduanya akan sama – sama berdoa, meminta petunjuk kepada Allah subhanahu wa ta’ala, apakah si Dia ini cocok dengannya atau benar – benar jodohnya yang telah dipilihkan Allah untuk mendampinginya disepanjang akhir hayatnya. Kalaupun bukan, terkadang seseorang berharap segera diberikan yang jauh lebih baik dari pada si Dia. Karena percayalah… rencana Allah jauh lebih indah dari pada yang kita harapkan.

Nah, dari istikharah inilah kita bisa memutuskan untuk lanjut atau tidak dalam berta’aruf. Sungguh indah bukan!!! Masya Allah… ini sangat jauh berbeda dengan berpacaran.

D. Indahnya Ta’aruf karena prioritas utamanya ialah Menikah.

Seburuk – buruknya kita, pasti kita akan menginginkan pasangan yang terbaik. Nah, jika berbicara tentang pasangan, maka tidak lain tujuannya ialah kepernikahan atau kejenjang yang lebih serius. Tidak ada wanita yang tidak ingin melangsungkan hubungan jika tujuan utama dari hubungan itu adalah pernikahan.

Karena, menikah itu adalah sesuatu yang indah dan dianjurkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala bagi yang telah baligh dan telah mampu untuk menikah. Dengan menikah kita bisa saling melengkapi satu sama lain. Dimana wanita diibaratkan sebagai tulang rusuk bagi seorang pria. Dan ketika telah menikah, kita harus mampu menerima konsekuensi dari pilihan kita untuk melakukan pernikahan. Betapa indahnya bukan ?

Hal ini sangat jauh jika dibandingkan dengan berpacaran karena berpacaran itu merupakan hubungan yang tidak dianjurkan oleh Allah dan terkadang sebagian besar prioritas utamanya bukan untuk menikah melainkan untuk memuaskan nafsu sesaatnya.

Ketahuilah… Jika dia serius maka dia tidak akan mengajakmu untuk berpacaran tetapi mengajakmu ke penghulu untuk menikah. Dan jangan sampai pula kita hanya bisa menjaga seseorang yang belum tentu menjadi mahram kita atau dengan kata lain kita selama ini menjaga mahram orang lain.

Naudzubillah …

E. Ta’aruf sebagai cara untuk saling instropeksi diri.

Dalam melakukan proses Ta’aruf tidak sedikit diantara kita yang menjadikannya sebagai cara untuk lebih instropeksi atau memperbaiki diri kedepannya, misalnya dari yang kurang rajin beribadah menjadi rajin beribadah dan sebagainya. Hal ini dimaksudkan dengan harapan kita bisa mendapatkan jodoh yang baik pula. Karena, didalam Ta’aruf itu butuh waktu untuk saling memahami satu sama lain. Sehingga kita perlu instropeksi diri sebelumnya untuk mengantisipasi terjadinya sesuatu yang tidak dinginkankan nantinya. Jadi Ta’aruf itu bisa membawa perubahan yang baik bagi kita untuk lebih instropeksi diri kedepannya.

Sahabatku fillah…

Tunggu apa lagi ? yuuuk Ta’arufan!!!
Yakin dan percayalah bahwa jodoh telah diatur oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Olehnya itu, jangan pernah khawatir jodoh akan datang dengan sendirinya dan tepat pada waktunya.kalaupun kita tidak bertemu dan dipersatukan di dunia, maka insya Allah kita akan dipertemukan di akhirat kelak. Ketahuilah Allah menciptakan umat- Nya berpasang – pasangan.

Artinya: “…dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita,” (QS. An-Najm : 45)

Ketahuilah pula bahwa jodoh kita tidak akan tertukar dengan jodoh orang lain. Percayalah !!! Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Artinya: “Wanita – wanita yang keji adalah untuk laki – laki yang keji, dan laki – laki yang keji adalah buat wanita – wanita yang keji (pula), dan wanita – wanita yang baik adalah untuk laki – laki yang baik dan laki – laki yang baik adalah untuk wanita – wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga),” (QS. An – Nur : 26).

Sahabatku fillah……

Olehnya itu sebelum berta’aruf, sebaiknya kita bersama – sama untuk bermuhasabah diri terlebih dahulu. Dan lebih memperbaiki diri, agar kita senantiasa selalu diberkati oleh Allah, selalu diberi petunjuk dalam mengambi langkah atau keputusan terutama dalam memilih pasangan hidup melalui proses Ta’aruf. Terlebih lagi dengan harapan agar kita senantiasa diberikan pendamping yang bukan sekedar mengubah status kita dari single menjadi menikah melainkan seseorang yang bisa membimbing kita menjadi sosok yang lebih sholehah dan selalu berada pada jalan yang diridhoi Allah subhanahu wa ta’ala.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua dan bisa menjawab pertanyaan – pertanyaan yang selama ini muncul di benak sahabatku fillah sekalian.

Setelah membaca artikel ini, tentukan pilihanmu.
Ingin PACARAN (jelas Haram) atau TA’ARUF (Dianjurkan dalam Islam)

***********

Selesai….

Penulis:
Maulidiana Subhan
(Mahasiswi STKIP Muhammadiyah Bulukumba)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

BukaMall Carnival

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here