بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيم

Saya teringat sebuah perkataan yang pernah terdengar ditelinga saya, akan adanya para aktivis dan pejuang dakwah yang futur dan meninggalkan haraqoh perjuangan dakwah. Mereka yang dikenal sebagai aktivis yang memiliki loyalitas dan kualitas yang baik. Memiliki semangat dan jiwa mujahid yang kuat. Namun, itu tinggal sebuah kenangan dimasa lalunya dan kini telah meninggalkan haraqoh perjuangan dakwah.

Yakinlah wahai saudaraku, para aktivis dakwah. Para pejuang Allah subhanahu wata’ala. Setiap masa, pejuang dakwah akan terus berganti, bertambah dan akan banyak pula yang terseleksi dan tergantikan. Jika ada seorang aktivis yang meninggalkan haraqoh perjuangannya dan mereka tidak ingin lagi mengajak manusia kepada Allah. Maka yakinlah, Allah akan memberikan aktivis, pejuang-Nya yang lebih hebat dibandingkan yang telah meninggalkan haraqoh perjuangnnya.

Saya teringat dengan nasehat Guru kita Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin hafidzahullah, Beliau mengatakan:

“Disetiap fase,

selalu ada pekerja-pekerja

dakwah yang kelelahan.

Jika mereka lelah

karena mengusung kebenaran,

niscaya Allah akan menguatkan mereka.

Tapi jika mereka lelah

karena “tergoda dunia”,

maka akan ada banyak pekerja yang lain

yang bersedia menggantikannya.

Dakwah tidak akan kehabisan pekerja.

Kita ikut atau tidak,

kereta dakwah akan terus melaju

menuju syurga”.

Maka di dunia ini,

kita pasti akan lelah.

Tapi soalnya adalah:

“Kita Lelah untuk apa?”

Demikiannlah nasehat beliau, semoga Allah menjagannya.

Maka, tidak ada jaminan untuk diri-diri aktivis dakwah mampu bertahan dalam haraqoh perjuangan. Ketika mereka telah lelah dalam perjuangnnya dengan hidup berkecukupan dan terfitnah dengan kehidupan dunia (harta, jabatan dll). Maka akan banyak yang keluar dari haraqoh perjuagannya dan akan tergantikan oleh pejuang yang lainnya. Adapun mereka yang tetap kokoh diatas perjuangan dakwah ini, walaupun mereka lelah dengan hidup sederhana. Karena mereka bertekad untuk melaju menuju syurga-Nya Allah di atas perjuangan dakwah ini. Dan mereka inilah yang tidak akan tergantikan.

Maka bersyukurlah wahai para aktivis dakwah ketika hari ini, Hati-hati kita masih diteguhkan dan dikokohkan oleh Allah diatas perjuangan dakwah ini. Maka berdakwalah, karena cara menjaga keistiqomahan adalah berdakwah.

**********

Makassar, 11 November 2017

Wallahu ‘alam bishowab…

Ahukum,
Pena An-Nawawi – Muhammad Akbar, S.Pd
(Penulis Buku “Meraih Kesuksesan dalam Benih Kegagalan” Teacher, Ceo Mujahid Dakwah Media dan Founder Mujahid Dakwah.Com)

♻ Sukseskan Gerakan :
Pemuda Muslim Menulis
📚 Literasi Meraih Peradaban

Tinggalkan Balasan