بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيم

Mengapa satu orang bisa menguasai satu keahlian tertentu sementara yang lain tidak? Bagaimana seseorang bisa menguasai suatu keahlian? Apakah benar keahlian itu adalah perkara bakat? Kenapa ada orang yang sangat termotivasi untuk mengusai satu keahlian tapi ia tak mampu?

Buku ini menjawab semua pertanyaan tersebut dan membahasnya secara lebih rinci. Pada dasarnya semua jawabannya adalah HABITS. Apa itu habits? Habits adalah segala sesuatu yang kita lakukan secara otomatis, bahkan kita melakukannya tanpa berpikir.

Salah satu contoh habits adalah membaca potongan ayat gundul dalam Al-Qur’an, mana mungkin kita bisa membacanya? Apa iya… ini kata yang pertama kali muncul di benak kita saat disuruh baca ayat gundul dalam al-Qur’an? Jangan terlalu cepat menyimpulkan kita tidak bisa, lalu bagaimana dengan ayat pertama surah Al-fatihah? Yaitu

BISMILLAHIRROHMAANIRROHIM…. hehe… kalau ayat ini mah nggak di kasih harokat sekalipun pasti bisa kita baca iyaa kan?

Dan itulah “HABITS”
Sama seperti pemain bola yang kalau dilihat cara mainnya kayaknya bola itu melengket pada kakinya, dan seorang atlet basket yang bisa selalu memasukkan bola ke dalam ring walaupun dalam keadaan mata tertutup dan refleks seorang atlet bulu tangkis dan juga seperti hewan-hewan di sirkus yang selalu mengikuti apa kata tuannya, dan seekor anjing yang selalu menghampiri tuannnya saat mendengar lonceng di bunyikan.

Yahh… lagi-lagi itu adalah “HABITS”
Tanpa sadar sebenarnya setiap kita mempunyai habits, yah habist…. dia adalah pelayan kita, pekerja kita yang apabila kita telah cukup mengajarinya maka ia akan melakukan hal itu secara otomatis.

Pilihan ada di tangan kita, mau mempunyai habits yang seperti apa. Kuncinya bukan terletak pada motivasi atau karena dipengaruhi oleh cara berfikir namun dalam proses pembentukannya itu tidaklah dominan.

Faktor yang paling dominan untuk membentuk sebuah habits (pembiasaan) yaitu practice (latihan) dan repetition (pengulangan) yang tentu saja dilakukan dalam rentang waktu tertentu.

Jika di ibaratkan habist adalah sebuah hasil keturunan maka ayahnya adalah latihan dan ibunya adalah pengulangan yang bila mana keduanya bertemu pasti akan membentuk habits.
Jadi kita sudah bisa menggambarkan bukan habits apa yang selama ini sedang kita bentuk?

Life is choise… pilihan di tangan anda jika mempunyai sebuah impian maka mulailah itu dari sekarang, karena habits itu akan selalu ada pada diri kita tergantung apakah kita yang mengendalikan habits itu atau dia yang mengendalikan kita, pasti mau toh selalu melakukan kebaikan secara spontan dan otomatis misalnya dapat berbahasa asing dengan lancar, dapat membaca al-qur’an dengan baik dan benar, selau otomatis bangun di jam 03 subuh untuk melaksanakan tahajjud, dan selalu sholat tepat waktu. Yahhh kuncinya adalah practice dan repetisi. Talk is cheap, but action is priceless…
TAKE ACTION ! ! !

Diresensi oleh: Andi Magfirah
Nama Buku : How To Master Your Habits
Penulis : Felix Y. Siauw
Penerbit : AlFatih Press, Jakarta Utara
Cetakan : 09, Desember 2014
Genre : Non Fiksi Islam
Jumlah halaman : 169 hlm