بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيم

Pada tulisan sebelumnya, telah dibahas lima dari sebelas arti kemenangan bagi seorang mujahid. Kelima kemenangan itu adalah kemenangan diri sendiri atas penghalang, kemenangan setan, terbimbingnya para mujahidin, kemenangan melawan orang munafik, dan tetap teguh di jalan jihad. Maka, pada edisi kedua ini akan dibahas enam arti kemenangan lainnya.

Keenam: Keberanian untuk Mengorbankan Jiwa dan Raga

Sebuah kemuliaan bagi kaum muslimin jika diberikan kesempatan untuk dirilis jiwanya untuk Allah SWT saja.Hal itu karena perngorbanan untuk Dienul Islam adalah kemenangan. Dalam pengorbanan, tentu harus diliputi dengan kesabaran. Bertanya doa mujahidin yang dipanjatkan saat terjadi peperangan,

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرَينَ

“Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran di atas diri kami, dan tegaskanlah kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir”. (Al-Baqarah: 250)

Sungguh sebuah kenikmatan dan bentuk kepuasan jika kita mampu mempersembahkan hal terbaik untuk kita cintai. Jika kita mengaku cinta pada Islam, dan kita tahu bahwa Islam sedang diinjak-injak di belahan bumi lain, apakah kita hanya diam saja? Apakah sebuah kemenangan bagi diri pribadi dapat diberikan untuk kemenangan Islam?

Sebuah anugerah terindah dari Allah manakala kepada kita tentang Islam. Ditambah dengan keyakinan yang membebaskan jiwa dan raga untuk-Nya adalah kemenangan yang hakiki. Karena di saat banyak manusia yang terlena dengan kehidupan dunia, kita mampu menemukan jalan hidup yang sebenarnya, yaitu hidup dan mati hanya untuk Allah Rabb Semesta Alam.

Kisah teladan tergambarkan pada kisah Ashabul Uhdud yang diceritakan dalam Shahih Al-Bukhari. Singkat kisah, kompilasi seluruh rakyat beriman pada Allah setelah syahidnya ghulam, sang raja memberikan pilihan kembali kepada kekafiran atau mati dalam memeluk Dienul Islam.Satu per satu penduduk masuk ke dalam parit yang dinyalakan-nyala.

Hal yang paling menarik adalah kompilasi ibu yang agak ragu untuk melompat ke dalam parit. Tetiba terjadi berbicara, bayi yang ada di buaiannya mampu berbicara dan berkata, “Wahai ibuku, bersabarlah karena meminta pendapat atas.” Maka dengan kemantapan hati, sang ibu pun melompat dalam kobaran api demi menyelamatkan imannya. Pengorbanan jiwa dan raga adalah kemenangan.

Ketujuh: Menang dalam Pemikiran

Di dunia ini, jika ada ide yang membantah orang lain dan mengubah atau memengaruhi perubahan, maka itu adalah kemenangan. Contohnya masih dalam kisah Ashahbul Uhdud.

Saat sang raja berkali-kali gagal menghabiskan sang pemuda, maka pemuda itu memberikan syarat agar raja bisa membunuhnya. Ia pun berkata pada raja, “Engkau tidak bisa membunuhku sampai pergi memenuhi persyaratanku.” Raja pun bertanya, “Apa persyaratannya?”Pemuda mengatakan, “Kumpulkanlah rakyatmu di bukit.Lalu lintaslah aku di atas pelepah. Kemudian ambillah anak panah dari tempat panahku, lalu ucapkanlah, ‘Bismillah robbil ghulam, artinya: dengan menyebut nama Allah Allah dari pemuda ini.’ Lalu panahlah aku, karena jika Engkau melakukan hal itu, bawa pasti bisa membunuhku. ”

Lantas rakyat dikumpulkan di suatu bukit. Pemuda ini pun disalib di pelepah, lalu raja ini mengambil anak panah dari tempat panahnya kemudian ditempatkan di busur. Setalah itu, ia membantah, “Bismillah robbil ghulam, artinya: dengan menyebut nama Allah dari pemuda ini.” Lalu dilepaslah anak panah ini dan melihat pelipisnya. Pemuda itu pun memegang pelipisnya tempat anak panah tersebut menancap, kemudian mati. Rakyat yang memuji ini berkata, “Kami beriman pada Tuhan pemuda tersebut. Kami beriman pada Tuhan pemuda tersebut. “

Dengan darah dan idenya, sang pemuda mampu berdakwah hingga seluruh rakyat beriman pada Allah semata. Subhanallah, ide brilian itu mampu membuat sang raja tidak bisa berkutik apa pun. Alih-alih ingin menghabisi pemuda dan mengeksekusinya di depan umum agar rakyatnya takut, sebaliknya seluruh penduduk beriman untuk Rabbnya menyanyikan pemuda, AllahSubhanahu wa Ta’ala .

Kita melihat pada zaman ini banyak para ulama yang berjuang dengan darah dan tinta. Menuangkan idenya dalam sebuah tulisan dan menebusnya dengan darah dan perjuangan. Sebut saja Sayyid Quthb, seorang ulama yang berjuang sampai akhir syahid di tiang gantungan. Juga manusia-manusia mulia seperti Syaikh Abdullah Azzam, Syaikh Yusuf Al-‘Ayiri, Syaikh Abu Mush’ab As-Suri menyanyikan karya-karya jihad modern yang telah menulis karya-karya yang diputar. Tentu masih banyak lagi ulama-ulama jihad lainnya yang telah menumpahkan idenya dalam tulisan. Dan kompilasi mereka memiliki wafat, ilmu yang mereka tulis masih hidup di dalam dada-dada kaum muslimin.

Kedelapan: Musuh karena Hancurnya Karamah dari Allah.

Allah selalu membantu para mujahidin dan memenangkan mereka dengan cara-cara yang disampaikan di luar nalar manusia. Ketika para mujahidin begitu dekat dengan Allah dan telah mencurahkan segala kemampuannya, maka Allah akan menyertai dan membantunya dengan sebuah karamah. Meskipun demikian, mujahidin kalah dalam jumlah dan persenjataan. Allah SWT berfirman,

كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Berapa banyak yang terjadi dengan golongan yang sedikit dapat dibalas dengan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah datang bersama orang-orang yang sabar. “(Al-Baqarah: 249)

Bentuk-bentuk karamah dari Allah pada zaman kekinian dapat kita temukan di kitab karya Dr. Abdullah Azzam yang berjudul Ayaturrahman dari Jihadil Afghan . Buku ini membahas tentang perjuangan mujahidin saat ini hingga mampu menumbangkan Uni Soviet yang merupakan negara adidaya di zamannya.

Mungkin karamah-karamah lain juga terjadi di belahan bumi jihad lainnya. Banyak bertebaran cerita-cerita dari mulut ke mulut tentang berbagai karamah yang terjadi.Hal ini menandakan Allah selalu menyertai hamba-Nya yang selalu bersabar dalam perjuangan.

Kesembilan: Kerugian yang Diderita Orang Kafir.

Salah satu bentuk kemenangan adalah kompilasi orang-orang kafir menang atas kekalahannya. Koalisi-koalisi yang mereka galang tercerai berai, dan kerugian ekonomi senantiasa menggerogoti karena peperangan melawan mujahidin.

Dulu, Uni Soviet dengan pongahnya menyerang Afghanistan dan mengakhiri dengan menghancurkan Sang Beruang Merah. Zaman ini Amerika mencoba menapaki jalan kehancuran seperti yang pernah dilalui Uni Soviet. Cepat atau lambat Allah akan memberikan kerugian pada orang kafir dan menghancurkan lewat tangan-tangan para mujahidin.

رَبَّنَا اطْمِسْ عَلَى أَمْوَالِهِمْ وَاشْدُدْ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَلا يُؤْمِنُوا حَتَّى يَرَوُاَب

“Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak perlu sampai mereka melihat siksaan yang pedih.” (Yunus: 88)

Kesepuluh: Anugerah Kesyahidan dari Allah SWT

Allah akan memilih di antara kita untuk menjadi salah satu syuhada-Nya. Allah SWT berfirman

وَتِلْكَ الأيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِاءَ

“Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan mengambil Allah menentukan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan mengambil sebagian kamu dibuat-Nya (jatuh sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang lalim. ” (Ali Imron: 140)

Kesyahidan akan diberikan Allah kepada orang-orang yang Dia pilih saja. Dan mati syahid adalah dambaan setiap mujahid di bumi jihad manapun. Maka dari itu, kesyahidan adalah suatu bentuk kemenangan. Bahkan, Rasulullah SAW pun mendambakan mati syahid dan mengulanginya sebayak tiga kali. Dia bersabda,

“Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, aku ingin terbunuh di jalan Allah kemudian dihidupkan kembali, kemudian terbunuh kemudian dihidupkan lagi, kemudian terbunuh kemudian dihidupkan lagi kemudian terbunuh .”(HR. Al-Bukhari)

Salah satu bentuk kemuliaan mati syahid pun dipahami Allah SWT pada firman-Nya,

وَلا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمَن

“Janganlah kamu mengira orang-orang yang suka jalan Allah itu mati; Bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki. ” (Ali-Imran: 169)

Sebuah kisah yang dituturkan dalam hadits dari sahabat Anas bin Malik. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Saat itu Rasulullah SAW mengirim beberapa sahabat untuk berdakwah di suatu tempat. Haraam bin Marhaan, paman Anas bin Malik kompilasi itu sedang berdakwah, tetiba ada yang menikam dadanya dengan tombak. Kemudian, tombak itu tercabut dari dadanya.Haraam melihat mengeluarkan berlumuran darah dan mengganti dari meminta seraya berkata , “Allahu Akbar, Demi Rabb Pemelihara Ka’bah, aku telah memenangkan,”

Mendengar seruan dari Haraam ini, sang penikam tadi harus terhenyak. Kemudian dia bertanya kepada beberapa orang Islam. Kaum uslimin itu menjawab, “Inilah Syahadah.Dia berada di Jannah dan tenang di tempat itu. ” Akhirnya, sang penikam pun masuk ke dalam Dienul Islam. Salam bagi para mujahid yang dianugerahi Allah dengan nikmatnya menjadi syuhada.

Kesebelas: Kemenangan dalam Pertempuran

Ini kemenangan yang dijanjikan Allah SWT kepada Rasulullah SAW di akhir hayatnya. Dalam firman-Nya:

“ Seandainya datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat “. (An-Nashr: 1-3)

Kemenangan terbesar adalah pada saat Islam kembali berjaya di medan pertempuran sampai tegaknya syariat Islam di muka bumi. Banyak hadits-hadits yang berbicara masalah kemenangan Islam berkunjung. Itu adalah janji-janji Allah yang disampaikan melalui lisan Rasulullah SAW. Supremasi Islam akan benar-benar tertancap di bumi ini, dan kaum muslimin akan mencapai puncak kegemilangan.

Hal itu akan terjadi jika syariat Islam ditegakkan di muka bumi. Perjuangan menegakan syariat Islam membebaskan hal yang mudah. Semua itu butuh proses yang panjang dan butuh kemenangan demi kemenangan di medan pertempuran. Hingga akhirnya Kemenangan Terbesar akan terealisasikan DENGAN terbentuknyaKhilafah ‘Ala Minhaji Nubuwwah Yang memberlakukan syariat Islam Beroperasi Menyeluruh di Muka bumi. Amin

Penulis: Dhani El_Ashim