بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيم

Iman yang benar, bukanlah sekedar ucapan di lisan atau angan-angan. Akan tetapi iman adalah keyakinan di dalam hati yang diikrarkan dengan lisan dan diamalkan dengan segenap anggota badan.

Seorang yang beriman akan selalu menjaga aturan-aturan Allah dan berusaha melakuan hal-hal yang dicintai oleh Allah, serta menjauhkan diri dari segala hal yang membuat Allah murka. Seorang mukmin adalah orang yang senantiasa merasa selalu diawasi Allah, dan mengevaluasi dirinya. Dan untuk mengevaluasi dirinya, serta membekali diri untuk menyambut akhiratnya.

Orang yang beriman akan beramal shaleh serta meninggalkan maksiyat, serta selalu bertaubat kepada Allah, karena dia khawatir dosa-dosanya akan membuat dirinya
binasa.

Menyandang gelar orang beriman adalah predikat yang mulia. Allah mensifati sifat orang-orang yang beriman sekaligus dalam 2 ayat, yaitu ayat ke 2 dan ke 3 dari surah Al-Anfal. Salah satu ciri orang beriman, ialah:

Memiliki Rasa Takut di Dalam Hatinya Allah Ta’ala berfirman

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ

” Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang bila dipanggil Allah gemetarlah hati mereka ” (QS. Al-Anfal: 2)

Hanya orang yang beriman jika menerima nama Allah, muncul rasa takut dalam kemenangan. Rasa takutnya sebagai bentuk mengagungkan Allah.

Sebagai contoh, jika ada seseorang yang berkeinginan melakukan maksiat, kemudian ia teringat Allah atau ada yang mengingatkannya dengan mengatakan, “bertakwalah kepada Allah”, maka ia adalah sebagai yang mukmin. Rasa takut ini adalah ciri-ciri orang yang beriman.

Wallahu ‘alam bishowab…

Ahukum,
Pena An-Nawawi – Muhammad Akbar, S.Pd
(Penulis Buku “Meraih Kesuksesan dalam Benih Kegagalan” Teacher, Ceo Mujahid Dakwah Media dan Founder Mujahid Dakwah.Com)

♻ Sukseskan Gerakan :
Pemuda Muslim Menulis
📚 Literasi Meraih Peradaban

Tinggalkan Balasan