بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ada ajaran dalam Islam yang tidak ada dalam agama lain, ialah membersihkan harta dengan zakat. Harta kekayaan yang dimiliki oleh seorang muslim, didalamnya ada hak orang lain. Yaitu mereka yang tergolong fakir miskin, dan beberapa golongan lain yang juga berhak menerima zakat.

Perintah Allah subhanahu wata’ala agar berzakat, termasuk wajib dan di dalam Al-Qur’an selalu direkatkan dengan perintah sholat. Didalam fikih termasuk dalam Rukun Islam.

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّکٰوةَ ۗ وَمَا تُقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ

“Dan laksanakanlah sholat dan tunaikanlah zakat. Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 110).

Delapan golongan mustahik atau orang yang berhak menerima zakat, tersebut di dalam Al-Qur’an, Surat at Taubah ayat 60.

Delapan golongan inilah yang berhak menerima zakat dan tidak bisa diberikan kepada golongan selain ini.

1. Fakir

Fakir adalah orang yang tidak mempunyai harta dan pekerjaan untuk mencukupi beban hidup sehari-hari. Untuk makanan sehari-hari pun ia tidak cukup, kesusahan dalam mencari lapangan pekerjaan dan seterusnya.

2. Orang Miskim

Fakir dan miskin sebenarnya dalam keadaan yang sama, sama- sama tidak punya, sama-sama tidak mampu, tidak berkecukupan, melarat dan sengsara. Tetapi orang fakir lebih melarat dari pada orang miskin.

3. Amil (Pengurus Zakat)

Yang termasuk dalam pengurus yaitu petugas untuk memungut, mengumpulkan dan membagikan zakat. Karena tugas amil zakat ini, mereka termasuk ke dalam orang yang berhak menerima zakat.

4. Qulubuhum Muallafatu

Yaitu orang-orang yang ditarik hatinya supaya jatuh hati pada Islam, dan diharapkan mau masuk Islam.

Khalifah Abu Bakar radhiyallahu pernah memberikan zakat dalam jumlah yang besar kepada seorang pemuda Nasrani dan pemuda Persia yang bernama ‘Aid bin Hakim dan Zabar bin Badar. Keduanya adalah orang yang baru masuk Islam.

5. Riqob

Untuk Membebaskan Perbudakan. Yang pada saat itu, masih eksis di dunia ini.

6. Ghorim (Orang yang Berhutang)

Orang yang berhutang dan sudah terdesak, sedang dia tidak sanggup membayarnya, dapat melaporkan nasibnya pada panitia zakat, baik bantuan tersebut berupa pembayaran secara keseluruhan atau hanya sebagian.

7. Sabilillah (Orang yang Berjuang dijalan Allah)

8. Musafir

Orang yang sedang dalam perjalanan, menunaikan kewajiban Allah dan kehabisan bekal.

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

اِنَّمَا الصَّدَقٰتُ لِلْفُقَرَآءِ وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْعٰمِلِيْنَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّـفَةِ قُلُوْبُهُمْ وَفِى الرِّقَابِ وَالْغٰرِمِيْنَ وَفِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَابْنِ السَّبِيْلِ ۗ فَرِيْضَةً مِّنَ اللّٰهِ ۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ

“Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah 9: 60)

Sangsi bagi mereka yang kikir dan enggan mengeluarkan zakat tercantum dalam Al-Qur’an.

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ يَبْخَلُوْنَ بِمَاۤ اٰتٰٮهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ هُوَ خَيْـرًا لَّهُمْ ۗ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْ ۗ سَيُطَوَّقُوْنَ مَا بَخِلُوْا بِهٖ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ وَ لِلّٰهِ مِيْرَاثُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

“Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya, mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari Kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Ali ‘Imran 3: 180)

Penulis: Muhammad Akbar, S.Pd
(Penulis, Teacher, Ceo Mujahid Dakwah Media dan Founder Mujahid Dakwah.Com)

Sukseskan Gerakan :
Pemuda Muslim Menulis
Sejuta Karya Untuk Ummat

Tinggalkan Balasan