بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيم

Misal lelaki memakai baju perempuan. dan hal ini digunakan untuk kebutuhan pementasan seni,  main film, atau karnaval, apakah boleh?
Jawab:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,
Terdapat banyak dalil yang menegaskan larangan bagi lelaki untuk meniru wanita atau wanita meniru gayanya lelaki.
Dalam hadis dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan,
لَعَنَ اللَّهُ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ
“Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita, begitu pula wanita yang menyerupai laki-laki” (HR. Ahmad 3151 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma juga mengatakan,
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki” (HR. Bukhari 5885).
Dan secara khusus, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melarang lelaki memakai pakaian wanita atau wanita memakai pakaian lelaki.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَعَنَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لُبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لُبْسَةَ الرَّجُلِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita, begitu pula wanita yang memakai pakaian laki-laki” (HR. Ahmad 8309 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)
Juga disebutkan dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,
لَعَنَ رَسُولُ اللهِ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لِبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لِبْسَةَ الرَّجُلِ
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat lelaki yang berpakaian seperti model pakaian wanita dan (melaknat) wanita yang berpakaian seperti lelaki.” (HR. Abu Dawud 4098, Ahmad 8309 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)
Semua dalil di atas secara tegas melarang kaum laki-laki memakai pakaian wanita, meskipun tujuannya hanya untuk main-main, seperti karnaval, atau main drama. Selama itu dilakukan dengan sengaja dan tidak ada udzur syar’i, tidak diperbolehkan.
Demikian, Allahu a’lam.
Dijawab oleh: Ustadz Ammi Nur Baits, Lc (Konsultasi Syariah.Com)

Tinggalkan Balasan