بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيم

MUJAHID DAKWAH.COM, JAKARTA – Puisi putri Bung Karno, Sukmawati Soekarnoputri yang dibacakan dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018 beberapa waktu lalu dipermasalahkan dan mendapatkan balasan puisi dari kalangan politik dan tokoh agama di seluruh Indoesia. Berikut beberapa balasan puisi Sukmawati Soekarnoputri dari politikus dan tokoh agama.

  1. Sri Rahmi, politikus PKS, legislator Sulsel

Kepadamu, Perempuan Berkonde!

Kau tau cerita tentang neraka?

Jika kau belum tau,

Dengarkanlah aku…

Di sana, kau akan dijambak sekeras yang tak pernah kau rasakan

Di sana, kau dibakar hidup-hidup

Disulut api yang panasnya mengerikan

Di sana, kau akan melihat kondemu menggantung lehermu

Dan kau menjerit melolong

Kau kehilangan kata-kata puisimuHai kau, perempuan yang tidak tau syariat!

Aku akan menceritakan padamu

Tentang malaikat Malik.

Penjaga neraka yang selalu taat pada Penciptamu

Seram tanpa senyum

Kemarahan tak terhingga dari wajahnya

Karena gerai kondemu yang lepas

Dan aku yakinkan,

Karenanya, kau menyesali suara adzan yang kau abaikan.

Hai kau perempuan, yang bicara tanpa sopan santun!

Aku kabarkan padamu

Jaga lidahmu

Yang akan dirajam Malik karena huruf-huruf menjijikkan yang kau rangkai

Membuyarkan kedamaian

Mengusik persatuan

Memporak ketenangan

Lidahmu…

Penamu…

Mengantarmu ke jahannam.

Hai perempuan, yang berkonde!

Kau tidak berhak marah atas kemarahanku

Karena ini tentang keyakinanku, yang kau tak tau apa-apa.

Kau tidak berhak menghujat atas hujatanku padamu

Karena ini tentang hujjahku di hadapan Tuhanku

Tentang tanggungjawabku

Membela yang kau hina.

Jika kau tak suka, diamlah!

Jika kau tak tau, belajarlah!

Jangan umbar kebodohanmu dalam kata

Dan kau berdalih, ini tentang budaya??

Aku perempuan, yang mendukung perempuan Indonesia

Aku perempuan, yang mencintai perempuan Indonesia

Aku perempuan, yang membanggakan perempuan Indonesia,

Tapi bukan kamu.

Makassar, 17 Rajab 1439 H & 3 April 2018

#InspirasiBunda #NakkeBundaji #NakkePKS #PKS8 #MawarMerah #BungaEjayya

  1. Dr. Muhammad Ihsan Zainuddin, Lc., M.Si

SAJAK  WANITA TUA..

Tiba-tiba saja,

Seorang wanita tua bersajak.

Sajaknya adalah sajak terburuk di dunia.

Sajak seorang manusia uzur

yang tidak lama lagi terbujur di liang kubur.

Sungguh tragis engkau, wahai ibu tua…

Memproklamasikan kebodohanmu di mata dunia.

Ironisnya, engkau bangga dengan kebodohanmu.

Bangga tidak kenal Syariat Allah.

Apa ada kebanggaan

yang lebih bodoh dari itu?

Aku menangis prihatin untukmu, wahai ibu tua…

Dengan nafasmu yang tinggal sepotong-sepotong,

Dengan mulutmu yang bergetar dimakan usia,

Dengan kebanggaan masa lalumu yang tlah lama terkubur:

Kau berusaha memadamkan Cahaya Sang Mahabesar…

Seolah kau pernah berhasil memadamkan sinar mentari-Nya.

Sungguh kasihan engkau, wahai ibu tua…

Pandangan matamu semakin kabur

Tapi kau masih belum mengerti juga:

bagaimana kau seharusnya menutup umur.

Di saat mana kau harusnya banyak bersujud,

Kau malah menantang pongah perintah Sang Penciptamu.

Miskin, sungguh miskin engkau, wahai ibu tua…

Apakah kondemu akan selamatkan engkau,

dari dera siksa kubur dan himpitan tak terkira?

Apakah kau masih bisa melagukan kidungmu,

saat Malaikat Maut berdiri di sisi pembaringanmu?

Kasihan sungguh kasihan wanita tua itu…

Ayahnya mengawali negeri ini dengan Rahmat Allah,

tapi hari ini, dengan konde dan kidungnya ia menantang Allah.

Semoga Allah masih kasihan padamu, wahai ibu tua…

masih memberimu detik terakhir

untuk bertaubat penuh sungguh.

Semoga Allah masih kasihan padaku dan keturunanku:

agar tak jadi Si Pandir-Pongah

yang tak sadar diri bahwa ia hamba yang lemah dan payah.

Amin.

  1. Irene Radjiman

IBU MUSLIMAH

Aku ibu muslimah. Aku harus patuh pada syari’at Islam. Karena kecantikanku tercipta dari DIA sang pemilik jagad, sang pembuat syari’at.

Aku tahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah. Gerai tekukan rambutnya sangatlah cantik. Rasa ciptanya bagaikan kristal mutiara yang menyatu dengan kodrat alam. Begitu cantiknya hingga Rabbku menyebutnya aurat dan tak rela mata-mata durjana liar memandangi kecantikannya. Kecantikan itu harus tetap suci terbungkus kain hijab.

Lihatlah ibu muslimah. Saat penglihatanmu semakin asing. Supaya kau dapat melihat kecantikan asli dari imanmu. Jika kau ingin menjadi cantik, memiliki jiwa yang sehat,  beradab dan bermartabat

Selamat datang di duniaku, bumi Ibu muslimah.

Aku ibu muslimah. Aku harus patuh pada syari’at Islam. Karena kecantikanku tercipta dari DIA sang pemilik jagad, sang pembuat syari’at.

Aku tahu suara kidung ibu Indonesia sangatlah elok. Namun seluruh suara merdu dimuka bumi ini harus meluruh syahdu saat Rabbku turun dari atas arsyNYA, membuka penutup langit dengan kumandang adzan. Seluruh manusia beriman wajib datang dan sujud dengan ke-TAAT-an.

Suara kumandang adzan itu sangatlah merdu, bila didengar oleh mereka yang senantiasa menjaga hati dan melafadzkan istighfar. Rabbku tidak perlu meminta maaf, bila suara adzan itu terdengar buruk bagi hati yang buruk karena belum terpuaskan nafsu yang lapar.

Gemulai gerak tari bukanlah ibadah. Karena ibadah adalah saat hati merendah dan tubuh sujud menyembah, dimana nafas doa berpadu cipta melalui helai demi helai benang tenun sajadah dan tangan yang menengadah. Bukan dengan keangkuhan hati yang pongah.

Pandanglah ibu muslimah. Saat pandanganmu semakin pudar

Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari imanmu

Sudah sejak dahulu kala, sejak tercipta manusia pertama, riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan patuh pada perintah Rabbnya.

  1. Robi Maulana

PUISI BUSUK

Bu Suk, puisimu busuk.

Bu Suk, pandanganmu tentang syari’at Islam, busuk.

Bu Suk, adzan itu panggilan terindah bagi orang beriman, dan menjadi masalah bagi orang yang hatinya busuk.

Bu Suk, hijab itu pakaian terindah yang Tuhanmu syariatkan. Dan menjadi masalah bagi orang yang hatinya busuk.

Bu Suk, belajarlah Islam dengan baik bila tidak tahu syariat islam untuk menjauhkanmu dari kebusukan.

Bu Suk, bertaubatlah segera sebelum mulutmu dan jasadmu membusuk.

Bu Suk, kasihan orang tuamu jika tahu mulutmu busuk dan dimurkai oleh banyak orang.

Bu Suk, negeri ini merdeka berkat rahmat Allāh kemudian perjuangan mayoritas ummat Islam bukan orang yang hati dan ucapannya busuk.

Semoga kita semua dijauhkan dari ucapan busuk, perbuatan busuk, dan pandangan yang busuk. Karena busuk itu tidak sedap dipandang, dicium, dan didengar.

  1. Muhammad Ikhwan Jalil, Lc., M.H.I

RINTIHAN NERAKA IBU INDONESIA

Sukma , demikian engkau dipanggil

Namun adakah sukma bersemayam padamu ?

Hanya Allah yang Maha Tahu

Kau mengaku tak tahu Syariat sang Pencipta

Namun demikian terusiknya engkau  dgn kumandang alunan Surga

Hingga kidung tak tentu rimba lebih indah di telinga

Ataukah secuil telingamu adalah lembar kekufuran dari kerak neraka

Kagummu pada aurat yang tergerai membuatmu resah atas muslimah, wanita dgn iman di dadaYang setia hingga hijab bahkan cadar membungkus dirinya

Ataukah kau sedang meminjam

mata Iblis sang durjana Hingga Ibu Indonesia kau buat merintih dari neraka

kau telah tua , sanggulmu tak bisa menutupi keriputmu

Tidakkah lebih bijak kau tutup tusuk kondemu dengan mukena

Dan hapus alis palsumu lalu rapatkan di atas sajadah ?

Mohon ampunan pada Allah Penguasa setiap jengkal Indonesia dan semesta

Sukma , tak tahukah kau akan sejarah Nusantara ?

Sebelum ada kata Indonesia , kumandang adzan telah bergema.

Menyatu dalam dada para syuhada , yang darahnya membasahi karsa

Demi kata dalam lantunan adzan yg terindah yang kau hina

Asyhadu allaa ilaha illallah

Asyhadu annaa muhammadar rasulullah …

Tak pernahkah kau tahu bahwa

Takbir bung Tomo menggelegar membuat sukma para pemuda bergelora ?!

Llsan syaithani memang bisa terdengar indah , jika terdorong dari sukma tanpa getar taqwa,

Sudahlah, anak- anak iblis riang  berbaris gembira

Menyambut rintihan Ibu Indonesia

dari neraka

Namun perlahan dulu wahai bunda yang merana

Indonesia bukan tempat anda

Karena disini, di tanah Nusantara

Telah menghunjam akar Taqwa , berbuah ranum tiada tara

Karena di sini, di tanah Nusantara,

Semilir angin mengeja titah Sang Maha Bijaksana

Karena merdekanya adalah : adalah atas berkat Allah Yang Maha Kuasa

Hamba Allah

Yang lahir dari rahim

Ibu Indonesia yg setia dengan mukena.

***********

Demikian Semoga Bermamfaat…

@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

📡 Kunjungi Kami di akun sosial Mujahid Dakwah.Com

📲 Facebook : https://goo.gl/Z63qri

📲 Instagram : https://goo.gl/6tQbJA

📲 Twitter : https://goo.gl/H6DrwK

📲 Youtube : https://goo.gl/xmf1Vi

📲 Telegram : https://goo.gl/9e3ZBe

🌍 Website : https://mujahiddakwah.com

🎗 Sponsor : Kokoh Ikhwah

(Fb : Kokoh Ikhwah. https://goo.gl/1UyF8e)

(Info Pemesanan,  WA +62 852-5475-7734)

(Ingin Jadi Sponsor, Pasang Iklan di Grub dan di website​??)

(Silahkan chat nomor di atas)